Healer | 2

b43533_dc6134ca32ff4158b81350e7d59074dfmv2

Aku memang ditakdirkan untukmu, melalui beberapa hal.

Chanyeol, YoonA | Wendy, Taeyong

poster by styleran @ artfantasy

sebelumnya
1

.

.

Akhirnya, YoonA memutuskan untuk memulangkan adiknya lebih awal. Bukan. Lebih tepatnya, meminta izin. Dia masih belum bercerita tentang phobia Taeyong pada guru konseling disana, mungkin nanti, atau suatu hari yang tidak pasti kapan.

Mengenai hal ini, membuat kepala YoonA pening saja.

Bagaimana kalau adiknya memang tidak kuat bersekolah disini? Jika soal asmara, bagaimana kalau adiknya itu memilih untuk menyimpang karena terlalu takut dengan perempuan?

Astaga!

Memikirkan saja hanya akan membuat kehidupan adiknya itu tampak semakin mengerikan.

“Adikmu pasti baik-baik saja,” tukas Chanyeol yang kebetulan sedari tadi menemani YoonA, “Mungkin hanya belum terbiasa.”

“Kau tidak mengerti!”

Eh? Chanyeol merasa agak tersinggung dengan sentakan YoonA. Secara tidak langsung, gadis itu menyatakan bahwa dirinya bukanlah siapa-siapa, ‘kan? “Y-ya, aku memang tidak mengerti.”

Lelaki jangkung itu mengulas senyum tipis, “Mau kembali ke kelas?” tawarnya.

“Tidak,” YoonA menghela napas, “Kau duluan saja. Aku masih harus menemui Han ssaem mengenai phobia adikku.”

“Ingin kutemani?”

Lagi, yang Chanyeol terima hanyalah gelengan—membuat dirinya jadi parno sendiri karena bisa jadi ketika ia menyatakan perasaannya, ia mendapatkan respon yang sama.

“Baiklah,” putus Chanyeol. Lelaki itu mendekat ke arah YoonA, menepuk bahu gadis itu pelan dan memberinya sebuah kecupan singkat di bibir, “Jika kau masih khawatir tentang adikmu, kau bisa pulang bersama Sehun. Aku yang akan mengizinkan kalian berdua pada guru.”

YoonA mengulas senyum tipis, Chanyeol memang teman yang perhatian.

“Terima kasih, Chanyeol!”

“Apapun untukmu.”

.

.

Sehun terheran-heran dengan adanya kehadiran Chanyeol di kelasnya. Untuk apa sahabatnya yang kelebihan kalsium itu berada disini? begitu pikirnya.

“Maaf mengganggu pembelajaran Anda, ssaem. Saya hanya perlu mengizinkan Oh Sehun karena sudah ditunggu keluarganya sedari tadi.”

“Kenapa tidak ada pengumuman?” tanya Jung ssaem dengan nada mengintimidasi. Sepertinya guru tua itu tidak percaya dengan perkataan Chanyeol.

Mau tidak mau, Chanyeol tersenyum semanis mungkin hingga kedua sudut bibirnya berkedut. “Beliau tidak mau merepotkan orang, ssaem. Jadi, bisakah Anda mengizinkan Oh Sehun untuk pulang?”

“Baiklah,” Jung ssaem mengalihkan pandangannya pada Sehun yang sedang menatap Chanyeol bingung. “Oh Sehun, kau diizinkan pulang. Jangan lupa untuk mengerjakan tugas yang kuberikan!”

Sehun pun maju, melangkahkan kakinya dengan ogah-ogahan.

“Kau berhutang penjelasan padaku,” bisiknya ketika sudah berada tepat di samping Chanyeol.

“Temani YoonA pulang.”

Sehun mengernyitkan dahinya, “Untuk? Tidak biasanya.”

Mereka pun berhasil keluar dari kandang serigala—kelas Sehun. Kini mereka menyusuri lorong kelas tiga yang hening.

Chanyeol mendengus kesal, “Dia sangat mengkhawatirkan adiknya. Aku tidak mau YoonA jadi stress saat pembelajaran berlangsung di kelas nantinya. Jadi, kusuruh pulang saja.”

“Perhatian sekali kau,” goda Sehun.

“Sialan!”

Langkah Sehun terhenti. Lelaki berkulit pucat itu menolehkan kepalanya pada Chanyeol.

“Apa?” tanya Chanyeol jengkel.

“Begini,” Sehun berdeham pelan sebelum melanjutkan kalimatnya, “Aku tidak mau menyakiti hatimu, Bro. Aku tahu kau sangat mencintai YoonA, tetapi—”

“Sudahlah!” sela Chanyeol cepat, “Susul YoonA di ruang konseling. Kenapa kau jadi melankolis seperti ini sih? Aku mau kembali ke kelas dulu, bye!

Belum sempat Sehun membalas, lelaki itu sudah lebih dulu berlari.

“Aneh.”

.

.

“Kau tahu?”

“Tidak.”

Yeri mendengus ketika Yehana meresponnya seperti itu.

“Tentang teman sekelas kita yang tampan itu. Siapa namanya tadi?”

“Taeyong,” sahut Chaeyeon.

“Nah, itu!”

Yehana merotasikan kedua bola matanya malas. Yeri terlalu girang menurutnya, “Kenapa dengannya?”

“Aneh. Kau tahu? Ketika kita bertiga mendekat, dia tampak sangat ketakutan. Memangnya kita ini hantu apa?” gerutu Yeri seraya memukul-mukul kecil mejanya.

“Sangat disayangkan. Padahal dia sangat tampan!” gumam Chaeyeon, “Dia adik dari YoonA Seonbae bukan? Apakah YoonA Seonbae tidak malu memiliki adik yang kelainan seperti itu?”

Yehana menjentikkan jarinya.

“Aha! Mengenai YoonA Seonbae, ia semakin cantik saja. Pantas Chanyeol Seonbae dan Sehun Seonbae betah bertarung demi mendapatkannya!”

Chaeyeon menggelengkan kepalanya pelan.

“Dasar penggosip!”

“Hei, kita bertiga penggosip!” seru Yeri tak terima.

“Terserahmu.”

Advertisements

4 Replies to “Healer | 2”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s